Pembayaran digital pastinya sudah tidak asing
lagi pada diri kita semua. Nah, pembayaran digital adalah transaksi melalui
media digital yang secara singkat dan efisien. Kita tidak perlu lagi
mengeluarkan uang dalam dompet, karena sudah tersimpan di dalam aplikasi
pembayaran digital. Aplikasi pembayaran digital ini banyak sekali kita temui di
appstore atau google play tempat download aplikasi. Aplikasi pembayaran ini
mendukung QRIS dari berbagai pihak. Mulai dari Bank dan Non Bank seperti
Mandiri, BNI, BRI, BCA, BSI, CIMB, BPD, Gopay, Ovo, Dana, Linkaja, Shopee, dll.
QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard)
adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia
agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga
keamanannya. Sebagai warga masyarakat Indonesia, kita pasti tahu QR Code itu
bagaimana. Dan perlu di perjelas kalau QRIS bukan aplikasi tapi dalam bentuk
scan code yang sudah di tanamkan pada aplikasi mobile banking/payment. QRIS
sendiri di bangun oleh pihak B I ( Bank Indonesia ) dan ASPI (Asosiasi
Sistem Pembayaran Indonesia).
QRIS juga terbagi menjadi dua, yaitu
Qris Statis dan Qris Dinamis. Qris Statis, pada merchant skala mikro yang kita
jumpai pada perorang atau karyawan yang menggunakan kartu tanda yang ada scan
code. Sedangkan pada Qris dinamis berada di merchant skala menengah
dan besar yang dapat kita jumpai pada pembayaran di aplikasi atau seperti
Bank dan Non Bank (Mandiri, BNI, BRI, BCA, BSI, CIMB, BPD, Gopay, Ovo, Dana,
Linkaja, Shopee, dll.) .
Manfaat menggunakan QRIS ini, ada banyak sekali yang dapat kita rasakan. Mulai dari pedagang/merchant juga pengguna atau costumer. Bagi pengguna pedagang/merchant, seperti:
1. Memudahkan pedagang dalam menerima pembayaran nontunai.
2. Cara bayar yang higienis.
3. Transaksi tercatat dan masuk rekening sehingga mudah diawasi oleh perusahaan.
4. Tidak perlu uang kembalian.
5. Meningkatkan penjualan.
6. Murah dan bebas biaya.
Dan bagi pengguna/customer :
1. Bayar secara kekinian atau praktis.
2. Pengeluaran tercatat.
3. Aman, yang sudah pastinya diawasi oleh BI.
4. Cepat dan nyaman.
5. Efisien.
6. Bayar secara non-tunai ke pemerintah, dan membantu UKM dan akselerasi ekonomi keuangan digital.
Sistem pembayaran juga sangat berpengaruh
kepada kestabilan ekonomi. Pasar dan perekonomian sangat bergantung
kepada sistem pembayaran untuk memfasilitasi perdagangan dan pertukaran di
antara berbagai institusi maupun konsumen dalam pasar produk barang ataupun
jasa. Jika ke-stabilan ekonomi Indonesia goyah atau tidak sesuai, maka
mengakibatkan kerugian dimana-mana.
Pada kondisi perekonomian saat ini dari Badan
Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat.
Pada triwulan IV 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat tetap tinggi
yakni 5,01% (yoy), di tengah pertumbuhan ekonomi global yang dalam tren
melambat. Itulah mengapa kita harus membahas sitem pembayaran di Indonesia.
Selain itu, pasar uang mempunyai peranan
penting dalam meningkatkan efisiensi perekonomian melalui penyaluran dana dari
pihak-pihak yang mempunyai surplus dana kepada pihak-pihak yang membutuhkannya
baik untuk kegiatan investasi maupun kegiatan ekonomi lainnya.
Untungnya, kita mempunyai kabar baik
dari Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan
bahwa kondisi perekonomian Indonesia sekarang ini berada dalam posisi yang
stabil, baik itu dari sisi makroekonomi, fiscal-moneter, dan sektor keuangan
secara umum. (Jakarta, 21/12/2022)
Oleh sebab itu kita harus menjaga ke-stabilan
ekonomi. Dengan adanya QRIS, kita semua berharap bisa membuat jadi
efisien dalam transaksi. Serta membuat inklusi keuangan jadi tepat dan
stabil keuangan Indonesia. Hingga ekonomi Indonesia akan lebih maju dan
pesat dalam berkembang. Bisa menjadi sistem ekonomi global yang maju.
"QRISnya satu, menangnya banyak!"
"Participant of BI Digital Content Competition 2023" ke website www.bi-digitalcompetition.com